Diartikel kali ini saya akan menbahas tentang "Cara Belajar Yang Menyenangkan". Namun sebelum saya membahas materi itu, saya akan menjelaskan apa sih belajar itu? menurut Winkel, Belajar
adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam
interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan
dalam pengelolaan pemahaman. Namun dizaman sekarang banyak sekali anak-anak yang tidak menyukai belajar, karena menurut mereka belajar itu membosankan. Padahalkan belajar itu salah satu kunci untuk seseorang menuju kesuksesannya. Maka dari itu agar anak-anak menyukai belajar berikut adalah cara belajar yang menyenangkan. 1. Tentukan waktu belajar yang tepat
Nah maksudnya itu, sebelum kita memulai belajar sebaiknya kita tentukan waktu yang tepat untuk belajar. dan alangkah baiknya jia kita ingin belajar kita membuat jadwalnya terlebih dahulu, dan waktu yang tepat untuk belajar itu bisa kapan saya, contohnya di pagi hari setelah usai melaksanakan sholat subuh, lalu malamnya jam 19:00 sebelum waktu tidur.
2. Tentukan tempat yang nyaman untuk belajar Hal ini sangat berpengaruh dalam proses belajar . karena apabila kita belajar di tempat yang nyaman pasti kita akan menikmati belajar itu dengan menyenangkan dan asyik.
3. Tentukan metode pembelajaran Ttentukan metode pembelajaran, contohnya apabila kita akan memulai pembelajaran alangkah baiknya kita belajar di awali dengan pembacaan doa, mengulang materi yang telah dipelajari, mulai belajar, yang terakhir menyimpulkan pembelajaran.
4. Belajar dengan disiplin Disiplin adalah kepatuhan pada peraturan atau tunduk pada pengawasan atau pengendalian. Displin bertujuan agar kita mematuhi pelaturan dan melakukan pekerjaan agar lebih tertib dan efisien.Disiplin disini adalah mencakup berbagai hal. 5. Perbanyaklah pemahaman bukan penghafalan
Dlam belajar sebaiknya kita harus banyak pemahaman karena pemahaman lebih baik dari pada penghafalan, karna apabila kita banyak menghafal namun kita tidak bisa memahaminya itu sangat tidak berguna.
Apakah kalian tau siapah orang yang lebih pantas dalam mengajar kamu?. menurut saya orang yang lebih pantas yang mengajar saya adalah: 1. Kedua orangtua karena orangtua merupakan guru yang paling pertama mengajarimu tentang berbagai hal.
2. Guru Karena guru adalah orangtua kita disekolah. yang mengajarkan kita mengenai pelajaran-pelajaran yang tidak kiita mengerti.
Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Dikesempatan ini saya akan menceritakan kisah Rakyat yang berjudul "MALIN KUNDANG". Dimana Malin Kundang adalah seorang anak yang sangat durhaka kepada orangtuanya, yang membuat dirinya dikutuk oleh ibunya menjadi batu. Berikut adalah penggalan artikel dan video tentang kisah "MALIN KUNDANG"
MALIN KUNDANG
Pada
zaman dahulu hiduplah seorang janda yang bernama Mande Rubayah. Mande
Rubayah mempunyai seorang putra bernama Malin Kundang. Mereka tinggal di
perkampungan Pantai Air Manis, Padang – Sumatera Barat. Kondisi
perekonomian mereka kian memburuk setelah sang suami pergi berlayar dan
tidak pernah kembali lagi. Mande Rubayah terpaksa harus membesarkan
Malin Kundang dengan keringat sendiri. Malin Kundang sangat disayang
oleh ibunya, dia termasuk anak yang cerdas tapi sedikit nakal. Suatu
hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan
kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya
dan tidak bisa hilang.
Setelah Malin beranjak dewasa, ia
memutuskan untuk mencari nafkah ke luar pulau karena tidak tega melihat
sang ibu membanting tulang untuk menghidupkan keluarga. Awalnya sang ibu
tidak setuju mengingat suaminya dulu tidak pernah kembali setelah
merantau. Pada akhirnya sang ibu mengizinkan karena Malin bersikeras
untuk pergi merantau.
Malin Kundang menumpang kapal seorang
saudagar. Selama di kapal Malin belajar tentang pelayaran. Banyak pulau
sudah dilalui oleh Malin, sampai pada akhirnya kapal yang ditumpangi
Malin dibajak oleh perompak. Malin bersembunyi di balik kayu kapal,
semua awak terbunuh dalam serangan perompak. Malin terombang-ambing di
tengah laut dan akhirnya dia terdampar di suatu pulau. Pulau tersebut
sangat subur karena warganya yang gigih dalam bekerja. Dengan tenaga
seadanya, Malin berjalan menuju kota tersebut.
Di pulau ini Malin
Kundang bekerja dengan giat, sampai akhirnya dia kaya raya dan
mempersunting seorang wanita yang dijadikannya istri. Malin mempunyai
kapal dagang dan beberapa anak buah. Kekayaan Malin Kundang akhirnya
terdengar oleh sang ibu, Mande Rubayah. Mande sangat senang sekali
mendengar kabar bahwa anaknya sudah berhasil. Sejak saat itu Mande
Rubayah selalu menunggu di dermaga untuk menyaksikan anaknya pulang.
Setelah
lama menikah akhirnya Malin memutuskan untuk pergi berlayar bersama
istri dan anak buahnya. Benar saja, tak lama Malin menuju pulau
kelahirannya. Sang ibu melihat dari jauh ada dua orang sedang berdiri di
atas kapal dan Mande Rubayah yakin bahwa itu anak beserta istrinya.
Ibu
Malin Kundang pun mendekati kapal agar bisa lebih yakin bahwa itu
adalah anaknya. Pada saat mendekati kapal, Mande Rubayah semakin yakin
bahwa dia adalah Malin Kundang setelah melihat bekas luka di lengan
kanan pemuda tersebut. Dia mendekat dan berkata “ Malin Kundang anakku,
kenapa kau pergi begitu lama tanpa memberi kabar ibumu?” seraya memeluk
anaknya. Tetapi melihat wanita tua berpakain lusuh dan kotor memeluknya,
Malin menjadi marah, padahal Malin mengetahui bahwa itu memang ibunya.
Malin marah karena malu terhadap istri dan anak buahnya. Karena
diperlakukan seperti itu, Mande Rubayah marah kepada Malin Kundang. Dia
berdoa jika memang benar dia Malin Kundang kutuklah dia menjadi batu.
Malin
Kundang kembali berlayar dan di tengah jalan badai besar terjadi
menghacurkan kapalnya, doa sang ibu dikabulkan, secara perlahan tubuh
Malin Kundang kaku dan berubah menjadi batu. Sampai saat ini Batu Malin
Kundang masih dapat dilihat di pantai Air Manis, di selatan kota Padang,
Sumatera Barat.
Pesan : "Itulah akhir dari kisah Malin Kundang dimana ia dikutuk menjadi
batu melalui doa yang disampaikan oleh ibunya. Pelajaran yang kita
dapatkan dari cerita tersebut adalah sikap hormat, kasih sayang, dan
perlindungan harus terus selalu diberikan kepada orang tua karena mereka
yang merawat kita hingga dewasa. Kita tidak boleh membantah apalagi
hingga mencampakkan orang tua seperti yang dilakukan oleh Malin Kundang.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat ilahi rabbi yang mana ia telah memberikan kenikmatannya.
Sahabat yang di Rahmati Allah,disini saya akan menerangkan tentang sabar menghadapi ujian. Sahabat semua orang di dunia ini pasti ingin suatu kesuksesan atau keberhasilan. dan setiap keberhasilan itu Allah selalu memberikan sebuah ujian kepada hambanya.Dan ujian merupakan salah satu cara Allah mengukur kemampuan seseorang dalam menghadapi sesuatu karena ujian kita dapat mengetahui keberhasialan dan tidak berhasilnya kita dalam menggapai kesuksesan.Dan cara ampuh kita menghadapi ujian yaitu dengan bersabar, kenapa? karna kata Allah :
Artinya: " Wahai orang-orang yang beriman! mohonlah pertolongan dengan bersabar dan sholat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" (Qs. Albaqorah : 153)
Sahabat ayat diatas menerangkan, bahwa orang-orang yang sabar selalu beserta Allah, maka dari itu jika kita di timpa musibah haruslah senantiasa bersabar kepada Allah, dan menyerahkan semua urusan kita kepadanya dan perbanyaklah mengucapkan kalimat istirja.
Sahabat apakah kalian tau apa itu kalimat Istirja? Istirja adalah kalimat berserah diri kepada Allah, yaitu "Ø¥ِÙ†َّا ِللهِ Ùˆَ Ø¥ِÙ†َّا Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ
رَاجِعُÙˆْÙ†َ " sebagai mana dalam ayat Al-quran di katakan :
Artinya : " (Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata: sesungguhnya kita ini dari Allah, dan sesungguhnya kepadaNyalah kita semua kembali"
Sahabat kalimat istirja itu tidak hanya di ucapkan jika ada orang yang meninggal saja? melainkan jika kita mendapat musibah, baik musibah kecil maupun besar kita harus terbiasa mengucapkannya, karena sesungguhnya kita akan kembali kepadanya.
Sahabat mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon di maafkan, jadi kesimpulannya "Hadapilah ujian dengan bersabar, karena sabar itu adalah kunci kesuksesan"
Salam kenal kepada teman-teman, di sini saya akan memaparkan biografi
hidup saya. perkenalkan Nama lengkap saya Siti Nurdianti yang biasa dipanggil Dian,
usia saya 18 tahun, saya lahir di kota Bogor pada tanggal 18 November
1998. Saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara yang terlahir dari
pasangan suami istri yang bernama Bp. Abdillah dan Ibu. Mimin. Alamat
saya sekarang di Jln. Abdul Fatah Kp. Tapos Lebak Rt. 03/04 Desa. Tapos
II Kec. Tenjolaya Kab. Bogor Jawa Barat.
Saya lulusan dari sekolah yang bernama SMK PUTRA PELITA TENJOLAYA
jurusan MARKETING. Di samping saya
menempuh pendidikan umum saya juga pernah belajar di suatu Pondok
Pesantren yang bernama PONDOK PESANTREN SIROJUL ATHFAL , yang kebetulan
Ponpes saya tidak jauh dengan rumah yang saya tempati sekarang. Saya mulai belajar d PONPES ini dari semenjak saya duduk dibangku sekolah SMP/Mts kelas 1, Dan di
pesantren itu saya menempuh pelajaran ilmu agama yang sayangnya tidak
berjalan dengan jangka wakktu yang lama, saya mengundurkan diri dari
pesatren itu bukan karena saya bosan dengan belajar ilmu agama melainkan
karena faktor keuangan yang tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan
pembelajaran di pesantren. Karena saat itu saya benar-benar bingung atas pilihan saya, disisi lain saya ingin sekolah sambil mesantren namun saya berfikir untuk tidak melanjutkan pesantren saya karena saya juga memiliki adik yang masih kecil-kecil dan harus memulai pendidikannya dan saya pun tidak ingin merepotkan atau menjadi beban orang tua saya yang tiap hari banting tulang, pans-panasan, hujan-hujanan bekerja tak pernah lelah untuk membiayai anak-anaknya sekolah dan menafkahi keluarga kecilnya.
Disini saya memiliki cita-cita, cita-cita saya adalah
sebagai BISNISMAN dalam suatu perusahaan, namun orangtua saya memiliki
harapan yang tinggi kepada saya dan mendorong agar saya dapat menjadi
seorang GURU supaya saya dapat mengamalkan ilmu yang saya miliki, walaupun
ilmu yang saya miliki hayalah sedikit tetapi kita harus bisa
mengamalkannya karena ilmu itu akan hilang dan habis apabila kita tidak
mengamalkannya sama sekali. Dan maka dari itu untuk mengapai semua
harapan orngtua saya dan cita-cita saya, saya mendaftarkan diri saya ke
suatu yayasan yang bernama Rumah Gemilang Indonesia (RGI), yang
beralamatkan di Jln. Pengasinan, Sawangan, Depok. Saya masuk ke RGI ini berkat sodara sepupu saya dan dia pun memiliki harapan agar saya bisa jadi seorang guru untuk mengubah nasib keluarga saya dan mengangkat derajat orangtua saya. Dan berkat dorongan ortu dan sodara sepupu saya, saya bersemangat untuk belajar dengan giat dan tak pernah lupa pesan-pesan dari bapak saya yaitu "Belajar yang benar,jangan lupa sholat beerdoa kepada allah minta kepadanya agar kamu berhasil menggapai cita-cita mu, dan bila kamu sukses nanti jangan pernah lupa yang pertama adalah santuni anak yatim, jompo dan janda-janda, tolonglah orang yang membutuhkan yang kekurangan, janganlah menyimpan sifat sombong tetap rendah hati selalu menghargai semua orang" Bagi saya mereka adalah seorang motivator, insviratif, penyemangat dalam hidup ini. Sungguh saya sangat menyangi mereka jasa mereka tak akan pernah saya lupakan.
Emm,,, disini Saya memiliki hobby, dan hobby saya adalah Hiking dan main musik. Kenapa saya suka hiking? karna hiking itu bagi saya suatu hobby yang memiliki tantangan namun setelah dijalani itu sangat asyik untuk dilakukan, apalagi setelah kita sampai tujuan dan berdiri diatas ketinggian betapa serasa lebih dekatnya kita dengan sang kholik, begitu banyak keindahan yang dapat kita lihat dan tak mampu diucapkan beta besar keagunggan yang allah ciptakan. Dan saya suka musik karena kebetulan bapak saya juga seorang yang pandai akan memainkan musikseperti gitar, dan bakat bapak saya itu ia tuangkan kepada saya dan alhamdulillah saya pun mulai pandai memainkan gitar dan alat-alat musik lainnya seperti qhosidah, marawis dan lain-lain.
Mungkin hanya itu yang bisa saya gambaarkan dalam biografi saya saat ini,
kita akan melanjutkannya nanti jika ada kesempatan lain. Atas
perhatiaanya saya ucapkan terimakasih kepada anda yang membaca biografi
saya. Semoga ada manfaatnya .......
Pesan : Sabar dan bersyukur adalah 2 kunci menuju kesuksesan
undzur ma qhola wala tandzur man qhola,
Wassalamualaikum Wr. Wb
Assalamualaium, kawan? Nama saya Siti Nurdianti, Saya anak kelahiran Bogor,18 november 1998 Yang memiliki cita-cita ingin mencerdaskan anak bangsa.
, click here →